Linna_Fun_bLoG











Pertemuan Bali ‘hampir’ sepakat

Gurun
Jika suhu bumi memanas, milyaran orang akan kekurangan air

Konperensi PBB tentang iklim di Bali “hampir” mencapai kesepakatan, menurut seorang pejabat senior PBB untuk masalah iklim, di saat pembicaraan diperpanjang ke hari berikutnya.

Uni Eropa mendesak agar naskah akhir dari pertemuan ini memuat janji negara-negara industri untuk mengurangi emisi yang mereka hasilkan sebesar 25-40% selambat-lambatnya tahun 2020.

Namun Amerika Serikat, Kanada dan Jepang menentang pengurangan itu.

Beberapa negara berkembang mengatakan mereka didesak untuk menerima sasaran pengurangan emisi yang dihasilkan negara mereka sendiri.

Kesepakatan sudah dicapai tentang isu lainnya seperti pengurangan penggundulan hutan.

 

Saya selalu optimis. Menurut saya kami akan mencapai kesepakatan
Harlan Watson
Ketua tim perunding AS

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dia akan kembali ke Bali dari Timor Leste untuk membantu merundingkan penyelesaian.

“Saya akan kembali ke Bali besok [Sabtu] pagi untuk bertemu dengan para anggota delegasi… dan melanjutkan perundingan lebih lanjut,” katanya kepada para wartawan di ibukota Dili.

Tetapi Yvo de Boer, sekretaris eksekutif Konvensi Kerangka PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) mengisyaratkan bahwa intervensi Ban Ki-moon kemungkinan tidak dibutuhkan.

“Kami sudah hampir sepakat, saya rasa,” katanya.

“Jelas ini bukan kebuntuan. Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang masih mengganjal.”

‘Iklim baik’

Rancangan naskah yang merupakan jalan tengah berisi bagian yang mengakui emisi gas rumah kaca harus distabilkan sebelum akhir dasawarsa berikutnya, dan bahwa negara-negara maju harus memegang peranan utama dalam upaya ini.

“Menurut saya keadaannya baik, dan iklim dari konperensi iklim ini baik, dan kami pada akhirnya akan berhasil,” kata Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel kepada para wartawan.

Konperensi iklim Bali di Second Life
Delegasi AS di Bali mendapat kecaman luas dari para pegiat lingkungan

Ketua tim perunding AS Harlan Watson mengatakan kepada kantor berita AFP: “Saya selalu optimis. Menurut saya kami akan mencapai kesepakatan.”

Dan sekretaris eksekutif konperensi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) Yvo de Boer, yang sebelumnya menyatakan dia khawatir tentang pembicaraan yang berjalan lamban, mengatakan pertemuan itu kemungkinan akan berakhir tanpa kesepakatan.

“Ada kemungkinan tetapi ini tidak akan terjadi,” katanya.

“Ini tidak akan terjadi karena begitu banyak tekanan dari masyarakat agar pertemuan ini membuahkan hasil. Sya tidak yakin para menteri akan bisa meninggalkan konperensi ini tanpa jawaban politik atas pesan ilmiah yang mereka terima.”

“Semua orang bekerja keras untuk mencapai hasil, tidak ada yang ingin pertemuan ini gagal dan tidak akan satu negara pun yang ingin negara mereka gagal.”

Penghasil emisi terbesar

Konperensi ini bertujuan untuk memulai sebuah proses – “peta jalan Bali” – yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah traktat yang akan menggantikan Protokol Kyoto yang akan berakhir pada tahun 2012.

 

”Negara saya sendiri, Amerika Serikat, adalah yang paling utama bertanggungjawab menghalangi kemajuan di Bali ini
Al Gore

Amerika Serikat, Kanada dan Jepang secara konsisten menentang tuntutan Uni Eropa agar negara-negara industri maju menetapkan sasaran yang tegas sekarang.

Delegasi AS di Bali mendapat kecaman luas dari para pegiat lingkungan.

Dan pada hari Kamis, para menteri Uni Eropa mengancam akan memboikot KTT iklim yang diselenggarakan Amerika bagi negara-negara penghasil emisi terbesar di dunia bulan depan jika pemerintah Bush tidak mau mendukung sasaran pengurangan emisi yang mengikat.

KTT itu, yang akan berlangsung di Honolulu, adalah pertemuan kedua “negara-negara ekonomi maju”, satu inisiatif oleh pemerintah Bush di bulan September.

Pertemuan itu diadakan dengan dasar sasaran emisi secara suka rela, dan oleh banyak kalangan lingkungan dilihat sebagai pengalihan perhatian dari upaya yang dilakukan PBB.

Salah satu yang ikut mengritik Amerika adalah pemenang penghargaan Nobel dan mantan wakil presiden Amerika, Al Gore, dalam pidatonya dihadapan para utusan pada hari Kamis.

Gore disambut dengan tepuk tangan luas ketika mengatakan: ”Negara saya sendiri, Amerika Serikat, adalah yang utamanya harus bertanggungjawab menghalangi kemajuan di Bali ini.”

Tetapi Gore juga meminta para utusan untuk tidak menyerah, mengingatkan para utusan bahwa pemilihan presiden Amerika tahun 2008 mungkin akan membawa semangat baru yang berbeda dari Washinton.



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: