Linna_Fun_bLoG











Bagi penggemar film horor, ini merupakan kabar baik. Pada 2 November nanti akan hadir film horor garapan Rizal Mantovani, bertajuk ”Kuntilanak”. Film produksi Multivision Plus ini dibintangi Julie Estelle dan Evan Sanders. Seseram apa sih film Kuntilanak? ”Ini film atmospheric horor” ujar Rizal Mantovani, sang sutradara yang pernah sukses menggarap ”Jelangkung”. Wah, tentu bikin Anda penasaran, kan? Simak bincang-bincang Aris Kurniawan dari Indosinema dengan Rizal Mantovani suatu malam di apartemennya, Rabu (20/9), tentang film ”Kuntilanak,” berikut ini :


Apa yang ditawarkan film ini?
Keseraman yang mencekam. Horor memang harus seram. Para penonton akan mendapatkan suasana mencekam. Mereka akan merasa terhibur dengan rasa seram yang ada di film ini. Kalau film horor tidak seram berarti gagal. Kalau nonton film horor malah merasa terharu, film tersebut gagal.

Apa keistimewaan film ini dibanding film horor lain?
Saya bukan dalam posisi untuk menilai dan membandingkan dengan film-film lain. Orang lain atau penonton yang bisa menilai.

Apa alasan Anda membuat film ini?
Saya senang dengan film horor. Karena harus dengan pendekatan psikologi dalam membuat film horor. Bagaimana saya menciptakan suasana yang mencekam dalam suatu adegan. Ini yang saya suka dari horor, sebuah kerja yang khas.

Banyak film horor yang diproduksi belakangan ini, seperti trend, Anda mengikuti trend?
Tidak. Film horor selalu ada sepanjang tahun, karena memang disukai penonton. Kalau trend ’kan musiman. Horor sepanjang masa selalu ada.

Dengan latar belakang Anda sebagai pembuat video klip, warna lain apa yang Anda tawarkan?
Ya, saya selain bertutur juga menghadirkan suasana seram di film dengan pendekatan visual video klip.

Ada film horor yang Anda senangi dan dijadikan referensi?
Saya menyukai film horor yang menampilkan atmospheric horor, suasana horor yang mencekam dengan pendekatan psikologi. Bukan sekadar pembunuhan, penampakan hantu dan lain-lain.

Tentang pemain, kenapa memilih Julie Estele dan Evan Sanders?
Dua-duanya memiliki penjiwaan yang bagus. Saya tertarik sekali dan klop dengan aktingnya Julie maupun Evan. Keduanya mampu membawakan karakter sesuai skenario yang saya inginkan.

Sejauh mana independensi Anda sebagai sutradara di hadapan produser?
Cukup besar. Dan kebetulan antara produser dan saya memiiki visi yang sama. Saya diberi keleluasaan berekspresi.

Seorang sutradara apa memang harus independen?
Di dunia industri tidak bisa juga seorang sutradara sepenuhnya independen, harus ada kompromi. Kalau dia tetap mau independen, konyol. Kita harus mendengar pendapat orang lain, dari siapa saja dari mulai pemain bahkan kru, perlu didengar pendapatnya. Lagi pula pendapat dari orang lain kadang lebih berguna. Akan konyol jika kita ngotot tanpa mendengar orang lain. Buat saya, kalau memang pendapat atau saran itu baik untuk film, kenapa tidak?

Melakukan riset untuk film ini?
Tentu. Riset yang saya lakukan lebih personal sifatnya. Bertanya kepada orang-orang yang pernah melihat kuntilanak. Kuntilanak itu ternyata banyak versinya. Setiap orang memiliki versi berbeda tentang kuntilanak. Mulai dari cara ketawanya, sosoknya dan lain-lain. Saya di sini menggunakan versi saya sendiri yang merupakan kombinasi dari sekian versi yang saya dengar mengenai kuntilanak. Karena saya sendiri belum pernah bertemu kuntilanak.

Anda seorang penakut?
Saya bukan penakut. Tapi saya tidak ingin bertemu kuntilanak. Saya percaya kalau mahkluk itu memang ada.

Mengenai judul, kedengarannya klise banget ya?
Tak ada judul lain yang lebih mewakili. Karena film ini memang tentang kuntilanak.

Film yang baik seperti apa sih?
Sangat relatif. Tergantung orang yang melihatnya.

Film horor selama ini dicitrakan sebagai film kelas dua yang tidak pernah dilirik masuk festival, pendapat Anda?
Saya tidak sepakat. Film ’kan banyak jenisnya.dan punya tempatnya masing-masing, film horor memang bukan tempatnya di festival, tapi bukan berarti film kelas dua. Artinya memang harus ada festival untuk setiap genre film. Misalnya festival film horor, festival film drama dan lan-lain.

Anda berbakat di film?
Orang yang lain yang bisa menilai.

Ada pengalaman menarik selama membuat film ini?
Capek banget, karena dikejar deadline lebaran, kita rilis 2 November. Kita harus kerja ekstra keras. Mood saya kebanyakan datang pada malam hari. Makanya banyak mengerjakan film ini pada malam hari.

Apa arti film buat Anda?
Film adalah mata pencaharian buat saya, sekaligus tempat saya berekspresi.

Ada yang mau disampaikan kepada pembaca Indosinema supaya mereka nonton film Kuntilanak?
Tonton film ini, karena seru banget, seram banget, mencekam banget. Dan lebih asyik kalau nonton rame-rame bareng teman-teman.




Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: